Posted by: Penulis on: Agustus 1, 2008
Beberapa hari ini aku lebih rajin membaca dibanding sebelum-sebelumnya. Soalnya, beberapa hari di setiap akhir bulan beban pekerjaanku rada berkurang. Itu karena data-data yang kubutuhkan untuk membuat analisa bisnis baru mulai keluar lagi di awal bulan berikutnya. Begitulah siklus job desc ku yang boleh dibilang membosankan sekaligus nyenengin karena saya diberi kebebasan untuk membuat format evaluasi bisnis menjadi lebih baik setiap bulannya.
Dari dulu aku emang udah suka buku, meskipun tak jarang buku yang kubeli dari toko atau kupinjam dari perpus akhirnya tak pernah kusentuh apalagi kubaca. Tapi yang jelas, im still love book. Seringkali buku-buku yang kubaca adalah referensi dari orang-orang yang aku kagumi. Apa yang mereka baca, maka akupun harus baca, ya setidaknya baca bagian belakang bukunya juga udah lumayan.
Sayangnya, aku bukan orang yang bisa baca buku apapun. aku masih milih-milih, hanya buku-buku yang sesuai minatku saja yang kubaca. atau hanya buku-buku yang relevan dengan studi dan job desc ku aja yg kupahami. karena kecenderungan tadi, aku disemprot papaku (si pembaca buku segala). katanya, jadilah pembaca buku apapun, bacalah meskipun kamu ga suka, bacalah semua walaupun itu tidak sesuai dengan background study dan hobby mu. Kenyataannya, setelah kamu baca semua, kamu akan temui jejaring diantaranya. bahwa, sebenarnya ilmu itu saling berkaitan.
Ga usah lah aku harus seperti apa yang papaku bilang. Karena, aku bukan orang yang suka dipaksa. Karena aku yakin tanpa dipaksapun aku akan berbuat sebaik yang aku bisa. Seperti halnya dalam kerjaan pun, terkadang agak kurang menyenangkan jadinya bila setiap waktu ditanyai progres dari setiap kerjaanku. Padahal, tak mungkin lah aku berlaku seenaknya. Karena aku berprinsip, harus bisa memberikan sesuatu yang bisa melebihi harapan orang lain. Itu pun harus sesuai dengan koridor yang aku suka, karena tak mungkin aku bisa memuaskan hati dan harapan semua orang.
Tapi, makin bertambah usia rasanya kemampuan bacaku makin menurun demikian halnya dengan daya ingatku. akhirnya, sekitar 10% yang bisa nyangkut di otak dari apa yg kubaca. selebihnya, ya lupa (hehe). Apalagi kini aku dah punya anak, jangan harap dirumah aku bisa santai-santai membaca buku. Boro-boro, mengurus diri sendiri aja rasanya tidak ada waktu. Beneran, sampai lupa kapan terakhir kali aku ke salon atau ke spa? (eh, emang belum pernah ke spa hehe. Kasian bgt sih gw).
Anyway, tadinya aku mau nulis resensi dari buku yang baru-baru ini aku baca. Tentunya masih berhubungan dengan kerjaanku. Tapi kok yang kutulis jadi begini ya? Lain kali aja kali ya. Anggap aja ini prolognya dulu. Yang penting hidup harus selalu semangat! Makanya, aku benci banget sama orang with many complain even itu teman hidupku sendiri. Kalo dah begitu aku jadi males, rasanya pengen pergi jauh. Sendiri. dan melupakan kalo aku dah jadi emak-emak beranak satu. Umm, jadi inget Agha. I love U, son!.