Posted by: Penulis on: Mei 5, 2008
Jum’at kemarin tanggal 2 Mei saya mengalami musibah. Bagi sebagian kecil atau mungkin banyak orang musibah ini sudah menjadi hal biasa. tapi bagiku, yang baru mengalami kejadian ini untuk pertama kalinya, menjadi tidak biasa rasanya. Apa coba? ke-copet-an. Gggrrrhhhh…duh rasanya ngenesss banget deh. ha-pe yg baru dibeli sekitar 3 bulanan lalu raib lah dibawa si copet. padahal disitu byk kenangan indah dengan anakku. setiap pertumbuhannya aku video-in. maklum lah namanya jg baru punya anak satu yg lagi lucu-lucunya. sediiih bgt deh rasanya. padahal hape itu kubeli dgn jerih payahku dengan harapan meskipun seharian aku dikantor. tapi aku bisa tetap tertawa melihat polah anakku di video yang kurekam. tak hanya itu, si pencopet juga sangat beruntung membawa kedua flash disk-ku yang berisi data-data penting dan sangat confidential. duuuh kenapa ya ada manusia setega itu??? Yang mengambil seenaknya padahal bukan hak miliknya, yang tega mendzalami orang seenaknya.
Tapi apa daya meng-ikhlas-kan lah cara yg terbaik untuk melupakannya. Tapi bukan berarti aku ikhlas hak milikku diambil si copet. tetap aku berharap dia memperoleh balasan yang setimpal. di dunia boleh dia tersenyum meyeringaiku karena kau bisa bebas sebebas-bebasnya. tapi di akhirat nanti, jangan coba-coba lari dari azab Allah.
Langkah lainnya yang harus dilakukan ketika kejadian ngenes ini terjadi adalah instropeksi. difikir2 mungkin inilah cara efektif Allah menegurku untuk menyuruh “Hey Sarah, kamu dah lama bgt gak sedekah-sedekah!!!”. Hiii…difikir2 emang sih, karena kadang aku tuh suka perhitungan banget kalo mo ngasih2. mmm, ikhlas sih ikhlas ya, cuman suka rada itung-itungan. Terima kasih Allah telah Kau tegur aku.
Ketiga, aku ngebandingin kejadian ngenes-ku ini dengan kejadian yang dialami org lain yg lebih parah. Temen-temenku ada yg berkali-kali di copet hape-nya, dijambret tas-nya, tapi mereka menceritakan itu dgn sgt enteng. Aku jadi salut sama mereka, dan disitulah aku mulai belajar bahwa:
Oh Ya!! apa yg kupunyai di dunia ini kan cuma titipan. suatu saat pasti diambil lagi sama yg punya. mungkin batas waktu penitipan hape itu padaku sudah jatuh tempo. dan kini beralih ke org lain. walaupun dengan cara tidak wajar dan ilegal. Dan kini aku isa ngebayangin perasaan kehilangan kayak gini bukan pada suatu benda. bukan hape. bukan dompet. bukan uang. tapi sama orang terdekat kita. whuiiihhh….speechless. aku gak bisa ngebayangin!
Terakhir, aku berdo’a: Ya Allah semoga Kau ganti apa yang telah Kau titipkan dan kini telah Kau ambil lagi dariku, dengan rezeki yang lebih berkah!!
Amin.
Juni 25, 2008 pada 9:20 am
semu pasti ada hikmahnya dan semua pasti ada balasannya mbak, belom lama ini saya juga kehilangan Hp sudha 3 kali Hp saya hilang dikendaraan umum, dan di kampus. semoga semua terjadi menjadi suatu pelajaran yang berarti dan ada hikmahnya Amin.
Sukses dan sehat selalu yah.
Rgds,
Vanny Suci