Posted by: Penulis on: April 11, 2008
Kita tak pernah tahu berapa lagi sisa hidup yang harus dijalani.
Namun kita tetap berharap masih disediakan waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab yang masih terpikul di pundak. Selain untuk berbuat yang lebih baik dari apa yang telah kita perbuat.
Memang, tak terasa waktu sangat cepat berlalu.
Banyak dari impian kita yang hanyut tersapu gelombang kehidupan, tetapi selalu diantaranya masih ada yang bisa kita nikmati.
Karena memang kayaknya tidak setiap impian bisa menjadi kenyataan.
Adapun yang menjelma itulah anugrah yang diberikan pemilik kehidupan.
Tentu harus disyukuri sekalipun dalam hal ini kita seringkali tak pandai.
Hidup memang benar sebuah misteri. Kita tak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi esok hari.
Pengalaman, pendidikan, yang kita pelajari rasanya tak pernah cukup untuk menghadapinya.
Kita selalu kekurangan referensi. Kehidupan begitu kreatif menciptakan problem, sehingga kita dipaksa untuk selalu berinovasi, berimprovisasi, mencoba menjawab tantangan dengan rasa was-was dan dengan penuh harap mudah-mudahan yang terjadi adalah sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Kehidupan diciptakan kayaknya memang sebuah tantangan bagi siapapun sesuai dengan posisi, kondisi dan panggilan hatinya.
Karena tanpa tantangan kehidupan menjadi tidak berarti. Disitulah barangkali Pencipta memberikan makna pada hidup ini. Agar dengan tepat dan adil Dia bisa menseleksi siapa yang bisa lolos dan berhasil menjawab tantangan untuk memperoleh piala-Nya dan tinggal di istana-Nya.
Dalam kondisi itulah kita berada antara menngapai tujuan dan tantangannya.
Tapi kita pun harus tahu pasti benarkah tujuan kita? Sebab seandainya keliru menentukan tujuan, kita tidak akan pernah sampai dan hidup tidak bisa diulang dari awal.
Untuk itulah kita akan bicara dan berbuat sebab untuk itu pula tujuan hidup kita. Menentukan tujuan dengan benar dan memperjuangkannya dengan mati-matian.